Sunday, June 14, 2015

SEJARAH PERKEMBANGAN LAPTOP DARI MASA KE MASA

Sejarah Perkembangan Laptop dari Masa ke Masa

Laptop merupakan komputer yang bisa dibawa kemana-mana dan ringan. Sumber daya laptop berasal dari baterai atau adaptor A/C yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai dan menyalakan laptop itu sendiri. Baterai laptop pada umumnya dapat bertahan sekitar 1 hingga 6 jam sebelum akhirnya habis,tergantung dari cara pemakaian,spesifikasi,dan ukuran baterai. Laptop terkadang disebut juga dengan komputer notebook atau notebook saja.

Sebagai komputer pribadi, laptop memiliki fungsi yang sama dengan komputer destop (desktop computers) pada umumnya. Komponen yang terdapat di dalamnya sama persis dengan komponen pada destop, hanya saja ukurannya diperkecil, dijadikan lebih ringan, lebih tidak panas, dan lebih hemat daya.
Setelah kita mengetahui pengertian dari laptop,pastinya kita juga harus mengetahui sejarah perkembangan laptop serta kapan laptop bisa diciptakan sehingga bisa digunakan sampai saat ini.
Laptop pertama kali dicetuskan oleh Alan Kay. Seorang ilmuwan computer dari Amerika. Dan  ide dari Alan ini disambut baik oleh Adam Osborne yang merupakan seorang publisher software dan bekerja disebuah penerbitan buku di Amerika.

1. Tahun 1975 IBM Portable PC 5100

      Model IBM Portable ini merupakan komputer mikro pertama yang dirancang pada saat itu dibuat untuk mathematicians dan engineers.


2.  Tahun 1977 Rockwell AIM 65

Untuk Rockwell AIM 65 komputer mikro ini lebih lengkap dengan keyboard,layar dan hard copy printer.

 3. Tahun 1978 IBM Portable PC 5110

IBM 5110 ialah komputer bisnis versi yang berawal dari dari IBM 5100 dari tahun 3 sebelumnya yang dirancang terutama untuk mathematicians dan engineer.

 4.Tahun 1979 Heathkit H89

Heathkit merilis Heathkit H89 all-in-one komputer pada akhir 1979.


 5. Tahun 1981 Osborne 1

Dirilis pada tahun 1981 oleh Osborne Computer Corporation,Osborne 1 yang dianggap sebagai yang pertama sebagai portabel komputer.  Walaupun cukup revolusioner, Osborne memiliki keterbatasan misalnya, layar  hanya 5 (diagonal) dalam ukuran, dan tidak dapat menampilkan lebih dari 52 karakter per baris teks.

6. Tahun 1981-1984 Gavilans first Tries and Ibm

Kemudian gavilan mobile computer hadir beratnya yang hanya 4 kg dan mampu bertahan hingga 9 jam dengan baterai nickel-cadmium menjadikan gavilan yang paling unggul dan mampu memadukan antara performa dan desain di tahun 1983. Satu lagi nilai plus dari produk gavilan ini adalah mobile pc pertama yang diluncurkan dan dipasarkan dengan nama laptop.

Sejak munculnya osborne 1, menjadi titik dimana seseorang yang saat ini sangat akrab di telinga kita, yaitu bill gates memperkenalkan sebuah ide dimana portable computer dilengkapi dengan lcd screen. Kazuhiko nishi dari microsoft yang kemudian merealisasikan ide tersebut menjadi prototype radio shack. Dengan berat 2 kg, radio shack trs-80 model 100 mobile computer hadir dengan fitur modem, telecommunications program, text editor, dan sebuah program yang dibuat oleh microsoft.
Saat radio shack menjadi batu pijakan untuk membentuk laptop saat itu menjadi seperti laptop sekarang ini, ibm justru mengembangkan portable pc 5155 di tahun 1984. Mengapa saya mengatakan  justru ? Karena produk ibm itu tidak sekalipun menjunjung tinggi asas portabilitas dengan beratnya yang mencapai 13,6 kg dan dengan layar 9-inch dibandrol “sangat bijak” dengan harga $4000 tanpa baterai didalamnya. 

7.  Tahun 1984-1988, COMPACT STEPS IN

Compaq berhasil memasang mata angin penunjuk arah harus dibawa kemana segmen laptop ini, dengan produknya compaq slt 286 beresolusi vga, yang dilengkapi  1.44 floppy drive dan 286 processor. 

8. Tahun 1989-1993

Langkah selanjutnya dari perkembangan laptop dan menjadi masa revolusi terbesar dari laptop terjadi di tahun 1990-an. Ini dimulai dengan munculnya minisport yang dibuat oleh zenith data systems, miniport mempunyai sejulah fitur seperti 640 kb ram, 1.44-inch floppy drive, 2400 baud modem dan 20mb esdi hard drive. 

dan langkah paling besar di era ini dilakukan oleh pabrikan laptop baru (saat itu), yaitu macintosh dengan macintosh portable-nya. Walaupun beratnya hampir 8 kg, namun desainnya sangat kokoh dan kuat dengan layar 9.8-inch active matrix, resolusi 640×400 pixel, dan sebuah trackball.
Sejak tahun 1993,layar 256-color menjadi pilihan yang baik untuk laptop di kala itu, contohnya yaitu powerbook 165.

9. Tahun 1996-2003 Toughbooks dari panasonic dan intel

Tepatnya di tahun 1996 panasonic membuat sebuah langkah besar dengan memperkenalkan lini laptop mereka yang fokus di segmen robust mobile computer,yaitu dengan laptop andalannya toughbook (cf-25). Didesain dengan kemampuan “bertahan. Yang lebih, laptop ini diklaim aman saat dijatuhkan dari ketinggian 70cm,tahan debu, ataupun udara lembap.

10. Tahun 2003-hingga sekarang dan Masa Depan

Dimasa depan selanjutnya, vaio zoom, concept laptop yang menggunakan teknologi holographic pada layarnya. Sehingga saat laptop ini di shutdown, layar akan benar-benar terlihat transparan seperti lapisan kaca.

TRANSFORMASI DAN SEJARAH ANDROID DARI MASA KE MASA

Android berperan besar dalam perkembangan teknologi selama lebih dari enam tahun terakhir ini. Selama ini, banyak sekali orang telah dimanjakan oleh berbagai kemudahan yang diberikan oleh OS Android. Setelah Android muncul dan diakuisisi oleh Google, perusahaan ini kian fokus untuk berperang dalam kategori smartphone dan terus memberikan update terhadap sistem operasi yang diusungnya tersebut.
Sejak diakuisisi oleh Google dan diterapkan ke dalam sebuah perangkat, OS Android dikembangkan dengan kode yang dinamai berdasarkan nama dessert (pencuci mulut) dan diurut berdasarkan alfabet, seperti Cupcake (OS Android 1.5), Donut (OS Android 1.6), Eclair (OS Android 2.0 – 2.1), Froyo (OS Android 2.2 – 2.2.3), Gingerbread (OS Android 2.3–2.3.7), Honeycomb (OS Android 3.0–3.2.6), Ice Cream Sandwich (OS Android 4.0–4.0.4), Jelly Bean (OS Android 4.1–4.3), dan KitKat (OS Android 4.4+). Ini dia ulasan transformasi OS Android dari masa ke masa :
Sebelum Android tersedia secara komersial dan diimplementasikan ke dalam sebuah perangkat, sebenarnya OS Android cukup lama mengalami perkembangan. Android merilis beberapa versi Software Developer Kit (SDK) atau hanya ditujukan untuk developer saja. Android versi SDK yang pertama kali muncul adalah Android 0.5 Milestone 3. OS Android versi ini muncul pada tahun 2007 dan tampil hampir mirip dengan BlackBerry. Pada bulan Agustus 2008, akhirnya Google mulai serius melakukan transformasi. Google merilis OS Android 0.9 beta yang hadir dengan desain lebih modern, home screen yang tampil dengan beberapa widget dan secara keseluruhan berhasil menghilangkan image BlackBerry.

Android 1.0
OS Android 1.0 pertama kali diperkenalkan ke publik pada bulan Oktober 2008. OS Android ini pertama kali diimplementasikan pada perangkat HTC Dream atau T-Mobile G1. HTC Dream sukses membius pasaran saat itu karena hadir dengan navigasi penuh seperti adanya tombol QWERTY, tombol kamera, tombol home, back dan menu yang membawa angin baru pada dunia teknologi karena saat itu di Amerika Serikat sendiri sedang menggandrungi perangkat Apple yang minim akan navigasi. Selain itu, Android 1.0 juga tampil dengan Google Apps yang menawarkan berbagai macam aplikasi.

Cupcake (Android 1.5)
Cupcake (Android 1.5)
OS Android 1.5 Cupcake pertama kali muncul pada bulan April 2009 dan merupakan OS Android pertama yang menggunakan nama dessert. Di dalam Android 1.5 Cupcake terdapat beberapa pembaharuan seperti adanya dukungan aplikasi keyboard dan kamus pihak ketiga, dukungan widget yang lebih lengkap, kemampuan merekam dan memutar video berformat MPEG-4, transisi layar otomatis dan adanya mampu untuk menggungah video ke dalam YouTube secara langsung.

Donut (Android 1.6)
Donut (Android 1.6)
Sementara OS Android 1.6 Donut muncul setelah 6 bulan Android 1.5 Cupcake muncul. Secara keseluruhan, tampilan Android 1.6 Donut masih sama dengan pendahulunya. Namun di dalam OS ini terdapat dukungan untuk jaringan CDMA dan mendapatkan peningkatan kinerja kamera dan mesin pencarian.

Eclair (Android 2.0 � 2.1)
Eclair (Android 2.0 – 2.1)
Android melakukan transformasi yang lebih besar lagi saat memperkenalkan OS Android 2.0 – 2.1 dengan kode Eclair. Saat itu, Eclair muncul bersama perangkat Motorola Droid yang tampil dengan peningkatan spesifikasi dibandingkan dengan HTC Dream. Motorola Droid hadir dengan laya sentuh berukuran 3.7 inci (854×480 piksel), prosesor single core 600Mhz TI OMAP Cortex A8 dan dukungan RAM sebesar 256 MB. Perangkat ini tampil dengan UI yang lebih modern dan dilengkapi dengan dukungan GPS.

Froyo (Android 2.2 � 2.2.3)
Froyo (Android 2.2 – 2.2.3)
Sementara OS Android Froyo lahir pada bulan Mei 2010. OS ini membawa banyak perubahan dari segi performa dibandingkan pendahulunya Eclair dan memiliki dukungan Adobe Flash Player. Selain itu, Froyo juga hadir dengan dukungan SD card yang bisa digunakan sebagai media penyimpanan aplikasi.

Gingerbread (Android 2.3�2.3.7)
Gingerbread (Android 2.3–2.3.7)
OS Android Gingerbread pertama kali diperkenalkan pada Desember 2010. Gingerbread mengalami banyak sekali perubahan dibandingkan pendahulunya karena dirancang untuk memaksimalkan jalannya game dan aplikasi. Gingerbread juga memiliki dukungan layar WXGA dan konektivitas NFC.

Honeycomb (Android 3.0�3.2.6)
Honeycomb (Android 3.0–3.2.6)
Sementara OS Android Honeycomb lahir pada Februari 2011. OS ini secara khusus hadir untuk mendukung perangkat tablet PC dan perangkat yang pertama kali muncul dengan berjalan pada Android Honeycomb adalah Motorola Xoom. Selain itu, Honeycomb juga hadir dengan tampilan status bar yang semakin mudah untuk dilakukan kostumisasi.

Ice Cream Sandwich (Android 4.0�4.0.4)
Ice Cream Sandwich (Android 4.0–4.0.4)
Ice Cream Sandwich atau biasa disebut ICS pertama kali dirilis pada bulan Oktober 2011. OS Android ICS tampil dengan UI yang sangat modern dan lebih friendly dibandingkan pendahulunya. Perangkat pertama yang didukung oleh ICS adalah Samsung Galaxy Nexus yang hadir dengan layar 720p. 

Jelly Bean (Android 4.1�4.3)
Jelly Bean (Android 4.1–4.3)
Transformasi selanjutnya yang dilakukan Google adalah dengan merilis OS Android Jelly Bean pada bulan Juli 2012. Bersama dirilisnya Jelly Bean, Google juga merilis perangkat Nexus 7 yang merupakan produk buatan ASUS. Di dalam Jelly Bean terdapat pembaharuan fungsi dan kinerja UI, peningkatan input keyboard dan terdapat aplikasi pencarian Google Now yang bekerja dengan melakukan perintah suara dan memberi banyak informasi seperti cuaca dan traffic.

KitKat (Android 4.4+)
KitKat (Android 4.4+)
OS Android versi terbaru dan paling update bernama KitKat. KitKat pertama kali muncul pada Oktober 2013 bersama perangkat LG Nexus 5. OS Android KitKat mengalami pembaharuan UI seperti navigasi dan status bar transparan dan dapat bekerja dengan optimal pada perangkat yang memiliki spesifikasi rendah.

Lolipop (Android 5.+)
Versi android selanjutnya adalah Android Lolipop. Versi android ini sempat menjadi sangat viral dikalangan netizen dunia karena nama dari versi ini yang sangat dirahasiakan oleh pihak google. Banyak nama spekulasi yang lahir dari berbagai kalangan, bahkan tak sedikit pula yang mengatakan bahwa Google akan menyudahi nama-nama makanan untuk versi android ini. Namun pada akhirnya, Google mengeluarkan nama resmi untuk android versi ini. Sesuai degan namanya, tampilan dari Android lolipop ini pun terlihat manis dan lebih simpel dari pendahulunya.
loading
Tak hanya perubahan dari segi tampilan, performa dari Android Lolipop ini pun menjadi fokus dan perhatian utama, bahakan Google mengklaim bahawa Android versi ini mampu memberikan kinerja beterai dan manajemen multi tasking yang lebih bagus. 

Monday, June 8, 2015

CONTOH SKRIPSI, TESIS, DISERTASI & TUGAS AKHIR

TUGAS BAHASA INDONESIA 2

1. Pengertian

Skripsi
Skripsi adalah tugas ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang di bahas.

Tesis
Tesis merupakan karya ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesa. Jadi misal ada suatu hipotesa atau sesuatu yang masih praduga atau butuh diuji kebenarannya makan dilakukanlah pengujian terhadap praduga tersebut. Tesis sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi. Tesis ditulis untuk meraih gelar Magister (S2).

Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari Profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orsinil dimana penulis mengemukakan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta yang valid dengan analisis terinci.

Tugas Akhir(TA)
Tugas Akhir(TA) adalah hasil tertulis dari pelaksanaan suatu penelitian, yang dibuat untuk pemecah masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dalam bidang ilmu tersebut.

2. Contoh Skripsi, Tesis, Disertasi & Tugas Akhir

-Contoh Skripsi
Hubungan Akselerasi, Kelincahan Dan Daya Tahan Dengan Keterampilan Bermain Bulu Tangkis Siswa Putra SMA Negeri I Baturetno

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan akselerasi, kelincahan dan daya tahan dengan keterampilan bermain bulu tangkis siswa putra SMA Negeri I Baturetno.

Penelitian ini merupakan korelasi, menggunakan metode survei dengan teknik tes dan pengukuran populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra SMA Negeri I Baturetno berjumalh 20 orang. Sedangkan instrument yang digunakan untuk akselerasi adalah tes 20 meter satuannya detik, tes kelincahan diukur dengan shuttle run selama 60 detik satuannya frekuensi, daya tahan diukur dengan tes lari 2400 meter satuaanya menit. Keterampilan bermain bulutangkis diukur dengan sistem setengah kompetisi satuaanya angka. Data analisis dengan rumus korelasi product moment. Sebelumnya data dianalisis perlu diadakan pengujian persyaratan analisis data menggunakan chi kuadrat (X2), menggunakan program SPS adisi Sutrissno Hadi. Untuk menguji linieritas data, digunakan teknik analisis variansi terhadap garis regresi dan uji hipotesis menggunakan analisis regresi. Setelah uji normalitas menghasilkan normal dan uji linieritas menghasilkan data yang liniear.
Maka hasil penelitian yang diperoleh adalah hubungan antara akselerasi dengan keterampilan bulutangkis dengan r= -0,515 dan p= 0,019 berarti signifikan. Ada hubungan antara kelincahan dengan keterampilan bermain bulutangkis dengan r= 0,883 dan p= 0,000 berarti signifikan. Ada hubunganya antara daya tahan dengan keterampilan bermain bulutangkis dengan r= 0,628 dan p= 0,003 berarti signifikan. Selanjutnya hasil analisis regresi ganda dengan tiga prediktor menunjukkan korelasi yang signifikan dengan R= 0,897 antara akelerasi, kelincahan dan daya tahan dengan keterampilan bermain bulu tangkis. Besarya koefisien, determinan R2(kuadrat)= 0,805 sumbangan efektif (SE) yang diberikan ketiga variabel secara keseluruhan sebesar 80,470%.

-Contoh Tesis
Korelasi Antara Sikap Siswa Kepada Guru Dengan Aktivitas Belajar Siswa Di SMPN 1 Plosoklaten Tahun Ajaran 2012/2013

Abstrak
Agus Puguh Santosa, 2013, Tesis. Korelasi antara sikap siswa kepada guru dengan aktivitas belajar siswa di SMP Negeri 1 Plosoklaten. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyan STAIN Kediri.
Dosen Pembimbing: Dr. Mukhammad Abdullah, M.Ag dan Dr. Moh. Asror Yusuf, M.Ag
Kata Kunci: Sikap Siswa dan Aktivitas Belajar

Sikap siswa kepada guru adalah kecenderungan siswa untuk merespons baik secara positif maupun negatif terhadap guru yang mencakup tiga komponen penting yaitu kognitif, afektif, dan konasi. Aktivitas belajar adalah seluruh kegiatan siswa dalam proses belajar yang menghasilkan perubahan tingkah laku dan pengalaman. Sikap siswa kepada guru dan aktivitas belajar merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kualitas belajar siswa SMP Negeri 1 Plosoklaten. Untuk mengetahui hubungan antara sikap siswa kepada guru dengan aktivitas belajar siswa SMP Negeri 1 Plosoklaten, dilakukan melalui jalan researct pada siswa SMP Negeri 1 Plosoklaten.

Penulisan ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui Sikap SMP Negeri 1 Plosoklaten kepada gurunya
2. Mengetahui aktivitas belajar siswa SMP Negeri 1 Plosoklaten
3. Mengetahui hubungan antara sikap siswa kepada guru dengan aktivitas belajar SMP Negeri 1 Plosoklaten. 
Variabel-variabel penelitian yang diperhatikan, yaitu:
1. Variabel bebas yaitu sikap siswa kepada guru
2. Variabel terkait yaitu aktivitas belajar

Hasil dari analisa data tersebut dan setelah dikorelasikan ternyata dapat diketahui bahwa diperoleh r xy sebesar 0,345 pada tarif signifikan 5% dengan sampel sebanyak 278 responden. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan korelasi yang rendah dan signifikan (hitung t=6,51>table t=1,645) dengan koefisien determinan = r(kuadrat)x100% atau 0,119025 x 100% = 11,9% sedangkan sisanya 88,1% ditentukan oleh faktor lain.

-Contoh Disertasi
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Dan Kemampuan Herbal
Terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris
Siswa SMA 14 Dan 21 Medan (2012)

The Effect of Instructional Approach and Verbal
Reasoning on Students' English Speaking Competence
SMA Negeri 14 and 21 Medan(2012)

NAEKLAN SIMBOLON

ABSTRACT

The objective of this research was to know the effect of instructional approach and verbal reasoning on students' English speaking competence SMA Negeri 14 and 21 Medan. The research was conducted at SMA Negeri 14 and 21 Medan, in the first semester 2010/2011 academic year. The experimental research is done by using 2x2. Trarment by level design, with 160 students as sample that were taken by random sampling. That instument used were verbal reasoning test and English speaking competence observation. The result of the research shows that: (1) there is the difference of stundents' speaking competence between stundents taught by Contextual Teaching and Learning and Expository instruction, (2) there is the interaction between instuction approach and verbal reasoning and speak English competence of SMA Negeri 14 and 21 Medan, (3) there is the difference of the students' English speaking competence between student who have high verbal reasoning and low varbal reasoning, (4) there is difference of the students' English Speaking Competence who have low verbal reasoning taught by using Contextual Teaching and Learing compare with the students who taught by using expository instruction.

-Contoh Tugas Akhir(TA)
FORM PERNYATAAN PLAGIARISME
Saya yang bertandatangan dibawah ini:
Nama: (Nama Mahasiswa)
NIM:.................
Program Studi:.................
Jurusan Teknik Elektro
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Tugas Akhir berjudul PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN VB.NET adalah betul-betul karya sendiri dan bukan menjiplak atau hasil karya orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya, dalam Tugas Akhir tersebut diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pusaka.
Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan Tugas Akhir dan gelar yang saya peroleh dari Tugas Akhir tersebut.
Bukit Jimbaran, 1 Agustus 2013
Yang membuat pernyataan
Tanda Tangan
Nama Mahasiswa
NIM.
Politeknik Negeri Bali iv
KATA PENGANTAR
ABSTRAK

Sumber: 
http://widhiikardinaa.blogspot.com/2015/05/skripsi-tesis-disertasi-dan-tugas-akhir.html 
http://januar-ikmal.blogspot.com/2014/05/definisi-skripsi-thesis-dan-disertasi.html
http://lengkapskripsi.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-perbedaan-skripsi-tesis.html
https://teorionline.wordpress.com/2010/02/20/perbedaan-skripsi-tesis-dan-disertasi/
http://lengkapskripsi.blogspot.com/2013/07/pengertian-skripsi.html
http://irmaassignment.blogspot.com/2015/05/tugas-bahasa-indonesia-2-skripsi-tesis.html
http://www.slideshare.net/areapratama/contoh-laporan-tugas-akhir-ta
http://sepercikilmupengetahuan.blogspot.com/2012/04/skripsi-tesis-disertasi-karya-ilmiah.html
http://www.jazieko.com/tips-skripsi-thesis-dissertation
https://mpiuika.wordpress.com/2010/01/27/perbedaan-skripsi-tesis-dan-disertasi/

CONTOH KARANGAN ILMIAH, SEMI ILMIAH & NON ILMIAH

TUGAS BAHASA INDONESIA 2

1. KARANGAN ILMIAH

Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

CIRI-CIRI KARANGAN ILMIAH YAITU:
·      sistematis;
·      objektif;
·      cermat, tepat, dan benar;
·      tidak persuasif;
·      tidak argumentatif;
·      tidak emotif;
·      tidak mengejar keuntungan sendiri;
·      tidak melebih-lebihkan sesuatu.

ADAPUN JENIS KARANGAN ILMIAH YAITU:
ü Makalah.
Karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
ü Kertas kerja.
Makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
ü Skripsi.
Karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
ü Tesis.
Karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
ü Disertasi.
Karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
ü Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahanya.
ü Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat ‘mengajak’, ‘membujuk’, atau ‘mempengaruhi’ pembaca dihindarkan.
ü Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
ü Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
ü Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

TUJUAN KARANGAN ILMIAH
Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Manfaat Karya Ilmiah

MANFAAT PENYUSUNAN KARYA ILMIAH BAGI PENULIS ADALAH BERIKUT:
·         Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
·         Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
·         Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
·         Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
·         Memperoleh kepuasan intelektual;
·         Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
·         Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.


2. SEMI ILMIAH

Semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.

Karangan Semi Ilmiah
Sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Contoh :

Artikel
Karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

Editorial
Artikel dalam surat kabar atau majalah yangg mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tersebut mengenai beberapa pokok masalah.

Feature
Feature adalah cerita khas kreatif yang berpijak pada jurnalistik sastra tentang suatu situasi, keadaan, atau aspek kehidupan, dengan tujuan untuk memberi informasi dan sekaligus menghibur khalayak media massa.

ADAPUN CIRI-CIRI KARANGAN SEMI ILMIAH ATAU ILMIAH POPULAR, YAITU:
·      Ditulis berdasarkan fakta pribadi
·      Fakta ang disimpulkan subjektif
·      Gaya bahasa formal dan popular
·      Mementingkan diri penulis
·      Melebih-lebihkan sesuatu
·      Usulan-usulan bersifat argumentative, dan
·      Bersifat persuasive

·      Bentuk karangan semi ilmiah yaitu; artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku.
·      Resensi buku adalah bentuk konbinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku. Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga.

Perbedaan Karangan Ilmiah dengan Non Ilmiah

Istilah karangan ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahu orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karangan fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karangan ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apapun namanyan, kedua-duanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari berbagai aspek.

Karangan ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.
Karangan ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karangan ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Selain karangan ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah degan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semiilmiah, bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus.  Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan diatas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.

Perbedaan Karangan Ilmiah dengan Semi ilmiah

“Kecermatan dalam berbahasa mencerminkan ketelitian dalam berpikir” adalah slogan yang harus dipahami dan diterapkan oleh seorang penulis. Melalui kecermatan bahasa gagasan atau ide-ide kita akan tersampaikan. Oleh karena itu, penguasaan bahasa amat diperlukan ketika anda menulis.

Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama “penulis”, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah.

Ada berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atausimposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karangan ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi(tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.


3. NON ILMIAH
Non Ilmiah (Fiksi) adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan sebagainya.

Karya tulis non-ilmiah (karya non Ilmiah) adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal dan teknis, atau formal dan populer.

CIRI-CIRI KARANGAN NONILMIAH YAITU:
·         Ditulis berdasarkan fakta pribadi
·         Fakta yang disimpulkan subjektif
·         Gaya bahasa konotatif dan popular
·         Tidak memuat hipotesis
·         Penyajian dibarengi dengan sejarah
·         Bersifat imajinatif
·         Situasi didramatisir
·         Bersifat persuasif
·         Bentuk karangan nonilmiah yaitu; dongeng, cerpen, novel, roman, anekdot, hikayat, cerber, puisi, dan naskah drama.

Sumber: http://annisahaniutam.blogspot.com/2015/01/tulisan-bahasa-indonesia-2-karangan_2.html

DEDUKSI & INDUKTIF

TUGAS BAHASA INDONESIA 2

Pengertian

1. Deduksi

Deduksi merupakan proses pengambilan kesimpulan sebagai akibat dari alasan-alasan yang diajukan berdasarkan hasil analisis data. Proses pengambilan kesimpulan dengan cara deduksi didasari oleh alasan-alasan yang benar dan valid. Proses pengambilan kesimpulan berdasarkan alasan-alasan yang valid atau dengan menguji hipotesis dengan menggunakan data empiris disebut proses deduksi (deduction) dan metodenya disebut metode deduktif (deductive method) dan penelitiannya disebut penelitian deduktif (deductive research). Proses deduksi selalu digunakan pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif (scientific).
Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, Deduksi adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. 
Contoh:
1.      Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
2.      Semua dosen yang telah mengikuti pelatihan metodologi penelitian dapat membuat proposal penelitian dengan baik (Premis 1).
Erlina adalah dosen yang telah mengikuti pelatihan metodologi penelitian (Premis 2).
Erlina adalah dosen yang dapat membuat proposal penelitian dengan baik (Konklusi).

2. Induksi

Induksi didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan (atau pembentukan hipotesis) yang didasarkan pada satu atau dua fakta atau bukti-bukti. Pendekatan induksi sangat berbeda dengan deduksi. Tidak ada hubungan yang kuat antara alasan dan konklusi. Proses pembentukan hipotesis dan pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang diobservasi dan dikumpulkan terlebih dahulu disebut proses induksi (induction process) dan metodenya disebut metode induktif (inductive method) dan penelitiannya disebut penellitian induktif (inductive research). Dengan demikian pendekatan induksi mengumpulkan data terlebih dahulu baru hipotesis dibuat jika diinginkan atau konklusi langsung diambil jika hipotesis tidak digunakan. Proses induksi selalu digunakan pada penelitian dengan pendekatan kualitatif (naturalis). Penalaran induksi merupakan proses berpikir yang berdasarkan kesimpulan umum pada kondisi khusus. Kesimpulan menjelaskan fakta sedangkan faktanya mendukung kesimpulan.
Induksi adalah pengambilan kesimpulan secara umum dengan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari fakta-fakta khusus.  Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Contoh:
1.      Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
∴ Jika dipanaskan, logam memuai.
2.      Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

Sumber: http://adzriair.blogspot.com/2013/12/metode-berpikir-deduksi-dan-induksi.html